Belanja Murah Meriah ala Newcastle United yang Membalikkan Prediksi

Liverpool Transfer Flops

Di Liga Inggris, tim dengan nilai belanja tinggi kerap mendapat prediksi bakal jadi tim yang kuat. Padahal kadang justru tim dengan transfer yang kelihatan ala kadarnya bisa tampil memukau.

Di sebuah supermarket ada seorang ibu rumah tangga dan abg yang hendak berbelanja. Dengan tujuan sama, membeli kebutuhan untuk rumah tangga, keduanya memiliki motif yang berbeda. Ibu rumah tangga sangat ketat dalam membelanjakan uangnya. Setiap belanjaan yang dibeli harus amat berguna dan tidak boleh jadi sia-sia. Merek tidak terlalu penting, yang penting adalah bagaimana barang itu dikonsumsi. Di lain pihak, abg membelanjakan uangnya dengan membeli apa saja yang mahal dan termakan iklan.

Anggap situasi di supermarket seperti yang tergambar di atas adalah perbandingan di bursa transfer dengan pihak pembelanja adalah Liverpool dan Newcastle. Kedua tim ini memiliki strategi belanja yang berbeda, dengan bujet berbeda, dan sampai pekan ke-32 ini telah terlihat hasil yang juga berbeda. Siapa yang dianalogikan dengan ibu rumah tangga atau abg, silahkan simpulkan sendiri lewat pemaparan di bawah.

Liverpool adalah tim yang teramat ambisius dengan rekam sejarah yang mentereng, sepantasnya tim ini berada di jajaran klub elit dan bukan terpuruk di posisi delapan. Liverpool jadi sorotan karena belanja mereka tidak sebanding penampilan. Memang belanjanya tidak sebesar Manchester City, namun nilainya tidak kecil. Jika digabung dengan belanja Suarez dan Carroll di jendela transfer musim lalu ketika Kennny Dalgish baru mengambil kursi manager. Pengeluaran belanja pemain Liverpool sendiri sejak ditangani Dalgish sudah melebihi 100 juta poundsterling. Di musim ini mereka total telah mengeluarkan £56,400,000.

Dengan amunisi yang cukup kuat, sepatutnya Liverpool setidaknya kembali bisa bersaing di empat besar seperti saat masih dipegang Rafael Benitez. Pembeliannya tidak main-main karena rata-rata mereka adalah bintang di klub sebelum dibeli. Stewart Downing adalah pemain terbaik musim 2010/2011 untuk Aston Villa. Charlie Adam adalah pemain terbaik musim 2010/2011 untuk Blackpool. Jordan Henderson menjadi pemain muda terbaik untuk kedua kalinya berturut-turut di 2010/2011 untuk Sunderland. Sebastian Coates adalah pemain muda terbaik untuk Copa America 2011.

Ditambah Luiz Suarez dan Andy Carroll dan pemain lain yang sudah lebih dulu langganan , Liverpool punya skuad yang lebih dari cukup. Namun, yang terjadi adalah rentetan kekalahan di mana Liverpool sudah kalah enam dari tujuh pertandingan terakhir di EPL. Lebih menarik lagi adalah melihat formasi Liverpool di pertandingan terakhir ketika dibabat Newcastle. Dari 11 pemain utama, hanya Jose Enrique yang merupakan belanja musim ini. Henderson dan Downing masuk di babak kedua dan Coates hanya cadangan. Charlie Adam sendiri sedang mengalami cedera lutut. Dalgish malah lebih memainkan pemain binaan sendiri seperti Jonjo Shelvey.

Melihat performa mengenaskan Liverpool, kita sekarang berkaca ke penampilan Newcastle. Dengan belanja yang agak cekak, apalagi setelah Andy Carroll dibuang, banyak yang mengeluarkan prediksi bahwa Newcastle akan kembali terlempar ke Championship League. Kenyataannya tidak begitu. Jelang melawan Swansea, Newcastle akan pede karena mereka membawa tiga kemenangan beruntun. Poin mereka sama dengan Chelsea dan mereka terpaut lima angka dari posisi empat, Tottenham Hotspurs. Total di musim ini Newcastle membeli sejumlah £23,400,000. Itu bahkan tidak sampai pembelian Andy Caroll seorang yang dijual ke Liverpool. Namun, produktivitas Demba Ba yang dibeli tanpa biaya plus Papiss Demba Cisse yang dibeli setengah harga Downing, £10,000,000 membuat Newcastle melambung.

Bicara gol, Liverpool memang sangat mengenaskan di musim ini. Liverpool dengan striker 35 juta poundsterling-nya baru menjebol 36 gol sepanjang musim di EPL. Jauh dari pimpinan klasemen, Manchester United, yang sudah bikin 76 gol. Jumlah gol Liverpool bahkan kalah dari total gol sementara Cristiano Ronaldo untuk La Liga saja. Newcastle punya Demba Ba yang sudah membuat 16 gol dan Papiss Cisse dengan 7 gol di mana lima gol terakhir dicetak di tiga pertandingan terakhir.

Perbedaan kualitas dua tim dan jumlah belanjanya juga sekaligus merepresentasikan kinerja pemiliknya. Mike Ashley yang sempat menjadi kontroversi di Newcastle lantaran terlalu berani menjual nama-nama populer sepertinya selalu membeli dengan paket hemat. Sejak Mike Ashley membeli Newcastle, total mereka mendapat untung 30 juta dari bursa transfer. Bandingkan dengan Liverpool yang sejak dibeli John W Henry sudah merugi 38 juta poundsterling dengan total pembelian 114 juta untuk pemain.

5 thoughts on “Belanja Murah Meriah ala Newcastle United yang Membalikkan Prediksi

  1. Pingback: Papiss Cisse Menggila, Newcastle Tatap Empat Besar | skorsepakbola

  2. Pingback: Dikalahkan Arsenal, Manchester City Semakin Sulit untuk Juara | skorsepakbola

  3. Pingback: Cetak Gold di Menit Terakhir, Carroll Beri Liverpool Kemenangan | skorsepakbola

  4. Pingback: Berita Baru: Damien Comolli Tinggalkan Liverpool | skorsepakbola

  5. Pingback: Sempat Tertinggal, Liverpool Pastikan Tiket ke Final | skorsepakbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s