Semifinal UEFA Champions League : Chelsea versus Barcelona dan Kontroversi di Antara Mereka

Chelsea ketika kalah melawan Barcelona

Di era sepakbola modern, sulit untuk mengatakan bahwa Barcelona bukan kiblat sepakbola. Kalau dulu istilah yang sering dikatakan adalah “bermain indah seperti pemain Brazil” sekarang jadi “bermain indah seperti pemain Barcelona”. Kini giliran Chelsea yang menjajal keindahan itu dan apakah Barcelona akhirnya bisa dipatahkan atau tidak.

Dua tim yang sedang naik daun akan bertemu di semifinal liga paling bergengsi di dunia. Laga Chelsea melawan Barcelona akan menjadi pusat perhatian dunia sepakbola. La Liga yang ditengarai sebagai liga terbaik dunia ini akan membuktikan lagi kapasitasnya lewat hadirnya Barcelona, yang disebut-sebut sebagai tim terbaik sepanjang masa itu. Chelsea tentu tidak ingin senasib seperti Real Madrid, AC Milan, Manchester United yang bisa dibuat seperti bocah baru bermain sepak bola di lapangan. Roberto Di Matteo harus memutar otak untuk menunjukkan kualitas sebenarnya sebagai pelatih.

Jika membahas Chelsea versus Barcelona, memori orang tentu tidak bisa lupa akan kejadian di musim 2008/2009 yang kontroversial itu. Laga di Stamford Bridge diakui sebagai laga yang terlalu banyak hal yang mengundang tanda tanya. Tom Ovrebo sebagai wasit dikutuk karena terlihat memihak Barcelona. Ketika itu, Drogba dijatuhkan, Gerard Pique dan juga Samuel Eto’o secara jelas terlihat handsball, dan Daniel Alves melakukan pelanggaran kasar ke Florent Malouda. Semuanya dilakukan di kotak pinalti. Laga itu berakhir dengan imbang, dengan Barcelona yang lolos karena unggul agregat. Ketika laga berakhir, hampir semua pemain mengerubungi wasit. Di musim ini, Barcelona dipuji-puji media karena meraih gelar trebel, namun kejadian di Stamford Bridge seolah menguap begitu saja.

Kejadian di Stamford Bridge memang menjadi berita besar, namun pertemuan kedua tim dari dulu selalu panas. Tidak hanya terjadi di era Guardiola, tetapi juga ketika Barcelona masih ditangani Frank Rijkaard dan Chelsea dipegang Jose Mourinho. Jose Mourinho bahkan pernah dihukum UEFA karena komentarnya yang mengatakan bahwa tersingkirnya Chelsea sudah diatur. Komentarnya bahkan cukup kejam, dia menyebutkan bahwa Anders Frisk diundang bertemu Frank Rijkaard saat babak pertama usai. Akibatnya wasit itu harus menerima ancaman mati dan dia terpaksa mengundurkan diri dari perwasitan setelahnya.

Di luar kontroversi musim 2008/2009, laga ini tetap wajib diikuti. Barcelona tetaplah tim paling sulit dikalahkan sejagat raya. Tanpa bantuan faktor x pun Barcelona bisa mengalahkan tim mana saja dengan teknik sepakbola mereka yang jadi panutan di mana-mana. Keduanya sendiri cukup sering bertemu di ajang UEFA Champions League. Dari enam pertemuan terakhir, hanya satu kali berakhir dengan kemenangan, yaitu saat Barcelona mengalahkan Chelsea di Stamford Bridge tahun 2006. Kedua tim juga sedang dalam performa terbaiknya. Dalam enam pertandingan terakhir di berbagai kompetisi, kedua nya hanya menelan seri satu kali atas lawan-lawannya dan semuanya diakhiri kemenangan. Untuk Statistik dan angka-angka pertandingan.

Event dan odds hari ini.

One thought on “Semifinal UEFA Champions League : Chelsea versus Barcelona dan Kontroversi di Antara Mereka

  1. Pingback: Infografis Chelsea versus Barcelona | skorsepakbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s