Roy Hodgson Resmi Menjadi Pelatih Tim Nasional Inggris

Harry Redknapp? Jose Mourinho? Atau, Pep Guardiola? Ternyata FA malah memilih Roy Hodgson.

Keputusan FA kembali memancing kontroversi. Setelah membuat berang Fabio Capello dan membuat dia mengundurkan diri, bursa kepelatihan pun secara tidak disangka malah menjadikan Roy Hodgson sebagai pelatih terbaru Inggris. Nama ini merupakan kejutan, karena dari sekian nama, Roy tidak termasuk diperhitungkan. Orang lebih banyak menyebut Harry Redknapp sebagai pelatih Inggris berikut. Bahkan, performa Tottenham Hotspurs yang menurun belakang disebut-sebut karena konsentrasinya pecah.

Dipilihnya Roy Hodgson sebagai pelatih mengundang pertanyaan, karena pelatih ini memiliki prestasi yang amat minim untuk di tim besar. Ketika melatih di Swedia, dia memang bisa membawa klub besutannya seperti Malmo FF menjadi juara liga. Namun, di luar itu prestasi besarnya paling banter adalah juara dua UEFA Cup. Bahkan di Liverpool, dia dipecat saat dia baru melatih 6 bulan karena performa tim dianggap kurang bagus. Pemecatan Roy juga ditengarai karena pemilik yang waktu itu masih baru menginginkan sosok yang lebih kuat dari Roy,

Roy sebenarnya merupakan sosok yang cukup menarik dan sebagai pelatih Inggris, karirnya cukup unik. Tidak banyak pelatih yang memiliki pengalaman melatih di luar Inggris seperti Roy Hodgson. Selain tim-tim Inggris seperti Liverpool, Fulham, dan WBA, Roy pernah melatih di FC Copenhagen, Malmo FF, Neuchatel Xamax, Grasshopper, sampai tim-tim Italia seperti Inter dan Udinese. Keberhasilannya membawa Fulham ke final Europa League membuatnya bahkan dianugerahi Manager of The Year di tahun 2010. Roy juga pernah menjadi pelatih tim nasional, untuk Finlandia, Swiss, dan UAE.

Keputusan FA ini memang cenderung membingungkan. Ketika FA mengatakan bahwa pelatih setelah Capello adalah berkebangsaan Inggris, memang hanya Redknapp yang paling cocok. Pelatih ini berprestasi dan mampu menaikkan level Spurs hingga ke empat besar. Tampaknya juga jika Harry terpilih, maka berbagai elemen dari suporter sampai pemain akan mendukungnya. Ketika Roy Hodgson terpilih, nada miring pun berdatangan. Bagi pengamat, keputusan ini sendiri seperti merefleksikan tim nasional Inggris yang punya kemampuan rata-rata saja. Persis seperti Roy yang sebagian besar menanangi tim biasa-biasa saja seperti WBA, Fulham, atau malah Liverpool.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s