Jelang Final UEFA Champions League : Profil Chelsea

Final Liga Champions memang diketahui di luar prediksi sepakbola. Sedianya para bandar taruhan judi bola meramalkan bahwa finalnya adalah El Classico, namun kenyataannya Chelsea yang jadi underdog malah mematahkan itu semua.

Tidak ada yang lebih mengejutkan ketimbang berita Chelsea dengan skuad yang porak poranda habis ditinggal Andres Villas-Boas mampu menyingkirkan Barcelona. Tim yang kemudian ditangani Roberto di Matteo, pelatih yang karirnya hanya menangani tim sekelas West Bromwich Albion, ini malah kembali menunjukkan kapasitasnya. Masuk ke final UEFA Champions League adalah kesempatan langka. Maka itu, mereka tidak mau menyia-nyiakan kans untuk menjadi kampiun Eropa untuk pertama kalinya. judi bola taruhan dan event

Chelsea musim 2011/2012 sebenarnya memiliki skuad yang tidak jauh berbeda dari musim sebelumnya. Punya nama-nama baru seperti Lukaku atau Cahill, Chelsea masih mengandalkan wajah lama. Maka, tidak heran jika Frank Lampard, Didier Drogba, atau John Terry masih berada di formasi utama. Dibanding Barcelona memang Chelsea musim ini seperti tim papan tengah. Meski memiliki pemain sekaliber Fernando Torres, top skor mereka justru bukan dari el Nino. Tetapi, sepakbola bukan hitungan di atas kertas. Chelsea masih punya banyak faktor yang bisa membuat mereka jadi juara.

Final ini merupakan final kedua Chelsea di UEFA Champions League. Terakhir mereka harus menelan kekalahan pahit di final 2008 oleh Manchester United. Tim ini memang telah menjadi raksasa baru Eropa setelah Roman Abramovich membeli klub ini di tahun 2003. Pembelian ini sekaligus menyelamatkan Chelsea yang waktu itu memiliki hutang sampai 80 juta poundsterling. Dengan pembelian tersebut, Roman sekaligus membeli hutangnya. Tidak lama setelah akuisisi itu, Roman menyelesaikan semua problem finansial klub dan mereka kemudian menjadi klub yang cukup stabil.

Kedatangan Roman memang memiliki implikasi yang amat besar, tidak hanya bagi Chelsea tetapi juga bagi industri sepakbola secara keseluruhan. Jose Mourinho didatangkan, pemain-pemain yang kemudian menjadi ikon tim tersebut juga dibeli. Meski secara keuangan keuntungan dari pembelian klub ini tidak terlihat seberapa, tetapi Roman Abramovich ditengarai berhasil membeli sebuah pamor. Tidak ada yang tahu namanya sebelum akuisisi Chelsea, meski dia sudah menjadi sosok triliuner di Rusia. Setelah 2003, semua tahu namanya dan dengan begitu siapa pun mau melakukan kerja sama bisnis dengannya.

Faktor pamor ini membuat banyak titan industri yang meniru langkah Roman. Terakhir adalah raja-raja minyak dari Dubai yang membeli Manchester City dan melakukan investasi luar biasa. Berbeda dengan Chelsea yang masih punya sejarah, Manchester City sebenarnya tergolong tim semenjana sebelum diambil mereka. Prestasi mereka nyaris tidak ada selama lebih dari 30 tahun. Maka, skuad Manchester City sekarang amat jauh berbeda ketimbang 4 tahun lalu ketika mereka mengandalkan pemain seperti Benjani atau Martin Petrov.

Maka, final UEFA Champions League, atau juga disebut sebagai Liga Champions adalah momen Chelsea untuk membuktikan eksistensi mereka di kancah Eropa atau bahkan dunia. Meski nanti mereka dipastikan tanpa John Terry, Raul Meireles, Branislav Ivanovic, dan Ramires akibat akumulasi kartu kuning dan hukuman kartu merah. Selain itu, David Luiz dan Gary Cahill diragukan tampil akibat cedera. Rekor pertemuan mereka dengan Bayern Munich cukup seimbang. Terakhir Chelsea mengalahkan Munich 4-2 di tahun 2005 dan mereka kalah 3-2 dari mereka satu minggu kemudian. Statistik sepakbola lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s